Pengertian Kromosom dan fungsinya

Kromosom adalah untaian atau cincin DNA yang padat dan hanya terlihat selama pembelahan sel (mitosis dan meiosis).

Dalam sel eukariotik (dengan inti yang terdefinisi), kromosom memanjang dan ditemukan di dalam nukleus, sedangkan pada sel prokariotik, seperti bakteri, ini muncul sebagai cincin melingkar yang tertutup di dalam nukleoid.

Fungsi

Fungsi utama kromosom adalah pemadatan informasi genetik dari duplikat DNA, yang pertama-tama akan menyatukan kedua salinan tersebut melalui sentrometer. Dua salinan dari 1 kromosom yang dilampirkan dikenal sebagai kromatid saudara.

Ketika kromatid sister dipisahkan dalam anafase mitosis (pembelahan sel), 2 kromosom muncul (masing-masing dengan informasi yang identik satu sama lain) yang akan membentuk elemen fundamental dari konservasi DNA asli di setiap sel anak.

Dalam pengertian ini, kromosom memungkinkan informasi DNA dilestarikan dan didistribusikan secara merata di antara sel anak sebagai hasil pembelahan sel.

Berapa banyak kromosom yang dimiliki manusia?

Setiap spesies memiliki jumlah kromosom yang ditentukan. Manusia, misalnya, memiliki 46 kromosom atau 23 pasangan homolog atau setara. Kromosom manusia dibagi lagi menjadi:

  • kromosom kelamin: disebut X dan Y yang menentukan jenis kelamin biologis, dan
  • Kromosom non-kelamin: sisa 44 kromosom disebut juga autosom.

Etimologi dari kata kromosom berasal dari kata chromium yang artinya “warna, tinta” dan soma yang berarti “tubuh”.

Struktur kromosom

Kromosom adalah salah satu bentuk DNA (asam deoksiribonukleat), asam nukleat yang mengandung informasi genetik setiap sel. Beberapa bentuk lain yang diambil DNA, misalnya, sebagai kromatin dan kromatid, antara lain.

Dalam pengertian ini, kromosom adalah bentuk DNA yang dipadatkan, dikemas dan dipersiapkan untuk memasuki fase M (mitosis atau meiosis). Proses ini disebut kondensasi kromsomal dan terjadi setelah DNA direplikasi.

Dalam sel eukariotik, DNA ditemukan untuk sebagian besar siklus sel yang terdekondensasi dalam bentuk kromatin.

Kromatin terdiri dari kompleks DNA, histon, dan protein struktural lainnya. Histon adalah sekelompok protein dasar bermuatan positif yang membentuk gulungan sehingga DNA bermuatan negatif dapat melilitkan dirinya menjadi sebuah kromosom.

Replikasi DNA terjadi sebagai persiapan untuk mitosis dan ketika selesai, 2 salinan dari 1 kromosom digabungkan melalui sentrometer. Ketika mereka bersatu mereka dikenal sebagai kromatid saudara dan mereka dianggap 1 kromosom.

Kemudian, ketika kromatid saudara terpisah, setiap bagian dianggap sebagai kromosom yang berbeda, yaitu 2 kromosom yang mengandung salinan persis DNA aslinya.

Klasifikasi kromosom

Sentromer membagi kromatid menjadi dua bagian yang disebut lengan. Kromosom diklasifikasikan menurut panjang lengannya, dengan kata lain, posisi sentromernya berbeda:

  • metasentrik: ketika lengan kira-kira sama dan sentromer berada di tengah;
  • submetasentrik: sentromer sedikit diatur ke satu sisi, memberikan 2 lengan yang agak tidak sama;
  • telosentris: sentromer dekat dengan salah satu ujung, memberikan 2 lengan yang sangat tidak sama dan,
  • akrosentrik: sentromer ada di satu ujung, jadi ada lengan.

Jenis kromosom

1. Kromosom homolog.

Kromosom homolog adalah kromosom yang bersama-sama membentuk pasangan diploid lengkap.

Kromosom non-seks, yang dikenal sebagai autosom atau kromosom somatik, bersifat diploid (2n), yaitu berpasangan homolog dan pembelahan selnya dikenal sebagai mitosis.

Pada manusia, kromosom dari pasangan 1 sampai 22 adalah autosom, dan pasangan 23 termasuk dalam kromosom seks X dan Y.

2. Kromosom kelamin.

Kromosom kelamin, yang disebut X dan Y, menentukan jenis kelamin biologis. Kromosom ini hanya memiliki satu kromosom homolog karena merupakan sel haploid (1n).

Ini berarti bahwa perlu untuk menggabungkan gamet jantan (sperma, misalnya) dengan gamet betina (seperti telur) untuk membentuk set kromosom diploid yang lengkap. Proses ini dikenal sebagai meiosis.

Pada manusia, jenis kelamin biologis perempuan muncul dari kombinasi 2 kromosom X (XX) dan jenis kelamin biologis laki-laki dari kombinasi 1 kromosom X dan 1 kromosom Y (XY).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *