10 Contoh Pantun Agama

Tentu sahabat tenses semua pernah medengar atau bahkan pernah membuat pantun bukan? Pantun memang menjadi salah satu dari jenis sastra yang cukup populer dan banyak digunakan, baik dipelajari atau pun dipublikasikan. Jenis jenis pantun sendiri juga banyak. Nah, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan contoh pantun agama untuk anda semua.

Mau tahu bagaimana contohnya, berikut ini adalah contoh beserta dengan pengertiannya ya.

Pantun memang merupakan salah satu dari jenis puisi lama yang memiliki karakteristik yang unik, pantun bukan hanya karya sastra yang memiliki tujuan untuk memberikan hiburan semata namun pantun juga bisa digunakan untuk memberikan nasehat. Salah satunya seperti pantun agama, nah maka dari itu pada kesempatan kali ini kita akan memberikn contoh pentun agama beserta dengan penjelasannya.

Pengertian Pantun Agama

Pantun agama merupakan salah satu hasil karya sastra yang tergolong ke dalam puisi lama melayu dan kemunculan pantun ini sendiri memiliki hubungan yang sangat erat dengan kebudayaan kita yang beraneka ragam.

Pantun agama pun tak hanya terfokus pada satu agama saja namun mencakup semua agama yang mengandung kearifan lokal sehingga sangat patut untuk dicontoh serta dijaga oleh kita sebagai penerus bangsa.

Tujuan Pantun Agama

Pantun ini memiliki tujuan bukan hanya sebagai media pergaulan seperti berkenalan, memberikan hiburan, bersenda gurau atau mengungkapkan perasaan. Namun pantun agama juga sarat akan nilai agama dan nasehat yang terkandung di dalamnya sehingga pantun ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan, nasehat dan juga pendidikan agama dan moral sosial bagi pendengarnya.

Pantun agama sendiri merupakan salah satu dari beberapa jenis pantun yang cukup terkenal dan sering digunakan selain pantun nasehat, pantun jenaka dan pantun anak. Sama seperti pantun pada umumnya, pantun agama ini juga memiliki karakteristik atau ciri ciri yang sangat umum dan khusus. Karena tanpa adanya ciri – ciri tersebut ini, maka puisi lama tak bisa disebut sebagai pantun. Apa saja ciri ciri pantun?

  • Terdiri atas 4 baris.
  • Terdapat 8 hingga 12 suku kata pada setiap baris.
  • Bersajak a-b-a-b.
  • Baris 1 dan 2 berisi sampiran
  • Sedangkan untuk baris ke 3 dan 4 ini berisikan makna atau gagasan

Itu lah ciri ciri dari pantun, sama seperti pada pantun yang lainnya pantun agama pun harus memiliki ciri – ciri tersebut agar bisa dikatakan sebagai pantun.

Untuk lebih jelasnya kami juga sudah menyiapkan contoh pantun agama untuk sahabat tenses semua. Simak ya!

Contoh Pantun Agama

Sembunyi di dalam semak

Jatuh sehelai rambutnya

Meski punya ilmu setinggi tiang tegak

Jika malas sembahyang apa gunanya

 

Ayah pergi ke pasar beli tembaga

Saya pakai untuk mengikat parang

Jika anda semua ingin masuk ke surga

Jangan lupa untuk mengaji dan sembahyang

 

Ada pohon dengan daun yang rimbun

Daun lebat tapi tak ada buahnya

Meski anda bisa hidup seribu tahun

Jika tak sembahyang tak aka nada gunanya

 

Lihat daun daun di musim gugur

Ada ayam berkokok riang

Menangislah mayat di alam kubur

Ingat dahulu tidak pernah sembahyang

 

Jalan jalan di sawah lihat padi

Lalu bebelok menuju padang

Sejak kecil sudah rajin mengaji

Esok besar tegak sembahyang

 

Datang ke rumah pada malam jumat

Janganlah datang pada malam sabtu

Kita semua ini adalah umat Muhammad

Jangan sampai lupa dan meninggakan waktu

 

Ayah tanam pisang di gunung

Saat sudah berbuah manis rasanya

Jangan lupa rajin menabung

Tapi sedekah tetap yang utama

 

Jangan lupa untuk tekun ibadah

Biar jadi bekal di kemduian hari

Serahkan hidup pada kehadirat Allah

Mudah mudahan diisyafaatkan Nabi

 

Banyak hari di lain hari

Hari jumat adalah hari besar kita

Banyak Nabi di antara Nabi

Hanya Nabi Muhammad junjungan kita

 

Jika sudah selesai makan

Hidup jangan hanya memikirkan dunia

Ingat hanya Tuhan yang Maha Satu

Ada pohong pisang di pinggir rawa

Lihat anak ayam jantan dan betina

Rukun Islam lima perkara

Janganlah sampai kamu menjadi lupa

 

Itu lah tadi, contoh pantun agama yang wajib untuk sahabat tenses ketahui sebagai bahan untuk pembelajaran kedepan nya, kami meyakini bahwasanya sobat semua bukanlah orang orang yang hanya bisa menyimak tanpa mengerti akan isi dari pembahasan yang sudah diterangkan, semoga dengan pembahasan kali ini dapat memberikan wawasan lebih pada kalian semuanya, dan harus kalian ingat lagi jika tidak ada kata terlambat untuk belajar, semoga ini dapat bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *