Teori Gestalt – apa itu, sejarah, prinsip, penerapan

Psikologi atau teori Gestalt adalah aliran pemikiran yang bertanggung jawab untuk mengamati pikiran manusia dan perilaku manusia secara keseluruhan. Dalam mencoba memahami dunia di sekitar kita, psikologi Gestalt menyarankan agar kita tidak hanya fokus pada setiap komponen kecil. Sebaliknya, pikiran kita cenderung memandang objek sebagai bagian dari keseluruhan yang lebih besar dan sebagai elemen dari sistem yang lebih kompleks. Sekolah psikologi ini memainkan peran penting dalam perkembangan modern studi tentang persepsi dan sensasi manusia.

Apa itu teori Gestalt?

Teori Gestalt adalah arus filsafat modern yang maknanya adalah representasi, yang muncul di Jerman dan yang didasarkan pada pernyataan bahwa keseluruhan selalu lebih dari jumlah bagian-bagiannya.

Pemikiran holistik yang menjadi dasar teori ini dapat dirangkum dalam pernyataan bahwa keseluruhan selalu lebih dari jumlah bagian-bagiannya. Ungkapan ini menjelaskan kepada kita bahwa semua prinsip teori saat ini mencari cara untuk menemukan alasan mengapa otak manusia cenderung menafsirkan seperangkat elemen yang berbeda sebagai satu pesan, dan cara di mana pikiran mampu kelompokkan informasi yang kita terima ke dalam berbagai kategori mental yang telah kita buat sendiri. Menurut teori Gestalt, intinya adalah keseluruhan dan berbagai elemen individu yang menyusunnya tidak memiliki kepentingan atau makna dalam diri mereka. Sekolah menyatakan bahwa itu adalah pikiran yang bertanggung jawab untuk mengkonfigurasi elemen-elemen yang masuk melalui persepsi memori.

Sejarah

Teori ini lahir sebagai reaksi terhadap nilai-nilai yang sudah ditetapkan dan didasarkan pada psikoanalisis dan behaviorisme. Ia lahir pada tahun 1940-an melalui penerbitan buku “Ego, Hunger and Aggressive: Sebuah tinjauan terhadap teori dan metode Freud” yang ditulis oleh Fritz Perls dan Laura Perls, untuk alasan ini dianggap bahwa penciptanya Itu Fritz Perls, seorang psikiater Yahudi, meskipun ada beberapa orang yang mempengaruhi teori itu. Awalnya, terapi memiliki nama dan tidak dimaksudkan untuk menjadi sekolah. Pada tahun 1951, di New York, ia mulai membuat teorinya dikenal. Pada tahun ini Terapi Gestalt diterbitkan, di bawah kepengarangan Fritz, Perls, Ralf Hefferline dan Paul Goodman, di mana pedoman dan landasan teori dari teori tersebut ditetapkan.

Prinsip teori Gestalt

Teori Gestalt didasarkan pada prinsip-prinsip berikut:

  • Prinsip adopsi: gunakan pengalaman perseptual untuk mengadopsi bentuk sesederhana mungkin.
  • Prinsip kesamaan: pikiran kita mengelompokkan elemen-elemen yang mirip menjadi satu kesatuan.
  • Prinsip kedekatan: unsur-unsur dikelompokkan ketika bagian-bagian dari keseluruhan menerima rangsangan yang sama.
  • Prinsip simetri: gambar simetris dianggap sama.
  • Prinsip kesinambungan: perincian yang memiliki pola atau arah dikelompokkan, sebagai bagian dari model.
  • Prinsip kesederhanaan: individu mengatur bidang perseptualnya dengan fitur sederhana dan teratur.
  • Prinsip arahan bersama: elemen-elemen yang membangun pola dalam arah yang sama dipersepsikan sebagai sosok.
  • Prinsip hubungan antara figur dan latar belakang: otak tidak dapat mengartikan target sebagai figur pada saat bersamaan.
  • Prinsip kandang: garis-garis permukaan sebaiknya ditangkap sebagai unit dalam kondisi yang sama.
  • Prinsip persamaan: ada kecenderungan membentuk kelompok dengan unsur-unsur yang sama.

Penerapan teori Gestalt dalam pendidikan

Teori Gestalt dianggap sebagai salah satu kontribusi paling penting di bidang pendidikan melalui pemikiran produktif. Posisi ini secara fundamental menyoroti bentuk pemahaman dan aturan-aturan yang mengatur tindakan dan pemahaman makna yang berbeda. Dia mencari cara untuk menunjukkan bahwa siswa dapat belajar lebih baik melalui aturan daripada menghafal. Dengan cara ini, ia berusaha mendapatkan visi keseluruhan dan kemudian dapat mempertimbangkan bagian-bagiannya yang berbeda.

Tokoh

Di antara tokoh perwakilan utama dari teori tersebut, kita dapat menyebutkan Max Wertheimer, yang adalah seorang psikolog Jerman yang melakukan percobaan pertama teori tersebut. Wolfgang Köhler, adalah salah satu wakil utama dan merupakan orang yang menetapkan konsep belajar dengan wawasan. Kurt Koffka, pendiri psikolog Jerman dari sekolah psikologi Gestalt. Kurt Lewin, seorang psikolog Amerika yang melakukan penelitian tentang perilaku manusia dan berspesialisasi dalam dinamika kelompok. Friedrich Solomon Perls, Yahudi

Contoh

Contoh dari teori ini adalah sebelum itu dicari cara untuk mengajar dan belajar terlebih dahulu mengetahui huruf-huruf alfabet, kemudian suku kata dan akhirnya kata-kata dan frasa. Teori Gestalt mengatakan bahwa frasa pertama-tama harus dipelajari, dan bahwa frasa-frasa ini kemudian harus diuraikan menjadi suku kata untuk akhirnya menemukan dan mempelajari huruf-huruf yang membentuknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *